NASIONALISME DAN BUDAYA
Oleh : Lazuardi Insan
Sekilas
Tentang Pemuda
Pemuda indonesia harus mempunyai jati diri tersendiri, pemuda
indonesia harus mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi, pemuda indonesia harus
mempunyai semangat yang tak bertepi namun itu dahulu, karena pada zaman
sekarang banyak para pemuda yang melupakan jasa pahlawannya yang dulu begitu
gigih memperjuangkan cita-cita bangsa agar menjadi negara yang merdeka. Pada
tanggal 28 Oktober adalah hari sumpah pemuda dimana kala itu para pemuda
berkumpul dalam sebuah acara kongres pemuda II untuk membahas tentang pengakuan
dari pemuda pemudi indonesia yang mengikrarkan sumpah satu tanah air, satu
bangsa, dan satu bahasa. Kongres itu dihadiri oleh beberapa organisasi pemuda
diantaranya Jong
Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond,
Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong,
John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Setelah menengok sedikit tentang bagaimana terjadinya
peristiwa sumpah pemuda, seharusnya kita sebagai pemuda sudah mulai berfikir
untuk menghargai jasa para pahlawan, untuk meneruskan cita-cita pahlawan, untuk
membuktikan bahwa kita adalah para
generasi penerus bangsa yang rupawan, seperti apa yang dikatakan oleh Bung
Karno “ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”
Untuk itu
pada tanggal 28 Oktober 2016 UKM Teater Gema
Universitas PGRI Semarang mengadakan sebuah acara yang bertajuk
memperingati Hari Sumpah Pemuda, acara itu diisi dengan berbagai kegiatan yang
pertama sebuah orasi yang menyuarakan tentang perjuangan pemuda pada masa
kemerdekaan. Acara itu bertempatkan di halaman parkir Gedung Utama Universitas
PGRI Semarang pada pukul 09.00, peringatan sumpah pemuda itu baru dihadiri oleh
beberapa mahasiswa saja karena puncak acara tersebut akan diadakan pada malam
harinya.
Upgris mengadakan acara seperti
ini bukan semena-semena hanya untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda melainkan
untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme yang mulai hilang di kalangan mahasiswa,
selain itu orasi ini juga menyampaikan beberapa pesan tentang bagaimana
perihnya perjuangan para pahlwan kita ketika dahulu bergelut dengan para
penjajah, ketika orasi para mahasiswa begitu lantang meneriakan orasinya seakan-akan
mereka ikut serta dalam perang. Sebelum diadakannya acara ini Upgris juga
mengadakan acara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang juga disebut
sebagai Bulan Bahasa
Bulan Bahasa
Merupakan
bagian dari Hari Sumpah Pemuda. Kenapa dinamakan bulan bahasa karena pada
tanggal 28 Oktober 1928 para pendahulu kita mencetuskan atau mengikrarkan
sumpah pemuda, dimana disebutkan pada
butir ketiga “ Kami Putra-Putri Indonesia
Menjungjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”. Oleh karena itu bulan
Oktober adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh pecinta bahasa maupun sastra
karena disitu para penikmat bahasa dan sastra bisa mnegadakan acara-acara yang
bertajuk tentang bahasa.
Dalam
hal ini tak ketinggalan pula Upgris, salah satu universitas di Indonesia yang
memiliki fakultas bahasa dan seni ikut memeriahkan datangnya bulan bahasa.
Upgris menyambut bulan ini dengan berbagai kegiatan yang pertama adalah Upgris
Bersastra dimana disitu di kumpulkan para sastrawan untuk membedah buku milik
Triyanto Triwikromo. Untuk acara yang kedua adalah Festival Bulan Bahasa, acara
ini dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2016 di Balairung peringatan bulan
bahasa ini dimulai pada pukul 09.00 yang dibuka dan sekligus sebagai simbol
penutupan acara bulan bahasa oleh Rektor Upgris bapak Muhdi dengan bermain
alunan musik perkusi dari tong sampah.
Acara
ini sangat meriah selain para mahasiswa yang memadati ruangan para dosen pun
ikut berkumpul menghadiri atau hanya sekedar menikmati runtutan kegiatan,
dimana kegiatan itu berupa pentas seni yang ditampilkan oleh kelompok-kelompok
mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang.
Sebenarnya festival bulan bahasa ini dilombakan, jadi para mahasiswa
berlomba-lomba menunjukan kreatifitasntya masing-masing untuk merebutkan juara.
Selain para mahasiswa yang
tampil berlomba ada juga mahasiswa dari UKM Gisma ikut berpartisipasi dalam
acara ini, mereka kompak berseragam budaya dari berbagai daerah di Indonesia
UKM Gisma juga memberikan hiburan sebuah nyanyian dari lagu Indonesia Raya,
Lagu Nasional hingga Lagu Daerah. Ada
juga kelompok drama dari progdi Pendidikan Bahasa Jawa menampilkan drama
lawakan yang kemarin di pentaskan pada salah satu acara seni bermain peran di
Semarang.
Festival bulan bahasa ini
sangat meriah, para penonton sangat antusias dan sangat hitmat menikmati acara
ini sampai dengan acara puncak pengumuman pemenang lomba festval bulan bahasa.
Kelompok dari progdi Pendidikan Bahasa Jawa yang menjadi juaranya. Bersama
alunan musik dangdut acara ini resmi untuk ditutup. Sebenarnya sangat penting
kegiatan untuk memperingati hari besar seperti ini.
Sebuah Harapan
Semoga saja Upgris senantiasa
mengadakan kegiatan-kegiatan seperti secara rutin, selain sebuah agenda acara
seperti merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasa peduli mahasiswa
terhadap budaya dan rasa nasionalisme, selain itu bentuk perlawanan atau
menyuarakan pendapat bisa tersampaikan. Bersama ini pula penuh harap kepada
para muda-mudi untuk melestarikan budaya Indonesia dan menghargai jasa para
pahlawan. Untuk itu mari kita bersama-sama hargai dan teruskan cita-cita
bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar