Kamis, 24 November 2016

Malam Menyebalkan
Setelah orange warna senja memudar, hitam pekat beranjak datang memberikan ulasan. Ia tanpa permisi mengetuk hati membuka memori menyalamkan kenangan yang telah lama pergi meninggalkan hati. Tak apa, mungkin itu hanya sementara sebentar lagi juga lupa tapi sayang, malam malah memberi rindu yang dulu terkubur dalam pilu, kopi sudah ku habiskan, namun kenangan itu masih terbayang, apa maksud semua ini ? Apakah engkau yang dulu memberi lara sekarang menitipkan rasa ? Itu tidak mungkin, toh dulu kau begitu hikmat meretakan hati dengan nikmat. Malam, sudahlah kau pergi saja jangan kau ganggu pecundang ini lewat sepucuk angin. Malam, jangan kau rampas keindahanan ku yang kini mengalir dengan syahdu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar